8 Tips Membeli Apartemen | Pemula Wajib Tahu!

Dengan semakin terbatasnya lahan yang tersedia untuk dijadikan kawasan pemukiman di perkotaan, kini semakin banyak apartemen yang berdiri.

Desain apartemen yang dibangun ke atas tentunya membuat penggunaan lahan jauh lebih hemat.

Apartemen menjadi pilihan alternatif yang dinilai lebih efisien dan cocok untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan akan hunian yang nyaman dengan harga terjangkau.

Rata-rata harga apartemen di lokasi yang sama memang lebih murah daripada rumah.

Tak aneh, rumah pada umumnya memiliki luas lahan dan luas bangunan yang lebih lega.

Karena itu perumahan sudah semakin jarang ditemui di pusat kota.

Contohnya saja di Kota Bandung, perumahan lebih banyak dibangun di lokasi tepian kota.

Nah, bagi Anda yang ingin membeli apartemen mungkin bertanya-tanya apa saja sih yang harus diperhatikan?

Pada panduan kali ini, telah kami rangkum 8 tips membeli apartemen bagi pemula. Mari ketahui sama-sama!

Tentukan lokasi apartemen

Lokasi, lokasi, dan lokasi.

Ya, lokasi sangat penting dalam membeli apartemen, baik itu sebagai tempat tinggal atau investasi.

Langkah pertama dalam tips memilih apartemen adalah memilih lokasi. Pencarian apartemen Anda akan berkisar pada aspek lokasi.

Pilih apartemen di lokasi yang membuat hidup Anda lebih mudah, dekat ke tempat-tempat yang penting bagi Anda.

Lalu, lokasi apartemen terbaik itu seperti apa?

Sederhana, lokasi yang baik adalah yang mudah diakses dan dekat menuju berbagai fasum dan fasos.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih lokasi apartemen:

  • Akses jalan dan jalan tol
  • Akses sarana transportasi umum
  • Akses fasilitas esensial seperti tempat belanja, rumah sakit, dan sekolah
  • Akses fasilitas penunjang seperti tempat hiburan
  • Lingkungan yang aman dari kejahatan
  • Lingkungan yang bebas banjir
  • Lingkungan yang sehat dan asri

Contohnya, bagi Anda yang memakai moda transportasi umum sebagai cara utama bepergian, Anda bisa mencari apartemen dekat stasiun.

Selain itu, kini telah banyak pula apartemen yang dibangun dekat kawasan pinggir pantai, seperti apartemen PIK 2.

Tentukan model apartemen

Langkah selanjutnya dalam tips memilih apartemen adalah menentukan model apartemen yang Anda inginkan.

Hal ini berkaitan dengan:

  • Jenis bangunannya
  • Desain apartemen
  • Fasilitas internal yang disediakan
  • Ukuran dan luas unit apartemen

Kini apartemen di Indonesia memiliki konsep bangunan yang beragam.

Ada yang menyediakan ruang hijau dan elemen alam lebih banyak dan banyak pula yang menerapkan konsep mixed-use development di mana area hunian berdekatan dengan segudang fasilitas.

Bagi Anda yang senang belanja, memiliki apartemen dengan mal di dalam lingkungannya menjadi pilihan yang ideal.

Atau, apakah Anda memimpikan apartemen dengan stasiun LRT di dalamnya?

Kini telah banyak apartemen dibangun dengan konsep transit-oriented development dimana ada stasiun transportasi massal di dalam kompleks hunian.

Desain apartemen juga berwarna-warni.

Selanjutnya, pemilihan tipe apartemen juga tak kalah penting. Kebutuhan orang-orang tentunya dapat berbeda-beda.

Teman Anda misalnya bisa saja merasa cukup dengan tipe apartemen dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang tengah dan ruang makan. Kebutuhan Anda mungkin saja berbeda.

Tentukan kisaran harga apartemen

Tips membeli apartemen untuk pemula berikutnya adalah menentukan bujet dan harga apartemen yang bisa Anda beli.

Utamanya, harga apartemen dipengaruhi lokasi dan fasilitas yang disediakan.

Apartemen di lokasi strategis bisa dipatok dengan harga tinggi meski fasilitasnya tidak terlalu banyak.

Begitu pula sebaliknya, apartemen di lokasi yang agak jauh dari sentra bisnis bisa dijual lebih murah.

Bandingkan harga apartemen

Ketika membeli sesuatu, sudah menjadi hal yang wajib untuk melihat harga di pasaran.

Begitu pula dalam tips memilih apartemen.

Lakukan riset kecil-kecilan, ketahui informasi sebanyak-banyaknya seputaran apartemen di lokasi yang Anda incar.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, membandingkan harga apartemen semakin mudah.

Pencarian apartemen Anda bisa dimulai dari portal properti Indonesia. Anda bisa menyortir iklan apartemen dengan mudah berdasarkan lokasinya.

Lihat review online

Tips membeli apartemen bagi pemula yang bisa Anda lakukan adalah mencari ulasan untuk apartemen yang Anda incar.

Ulasan daring yang ditulis oleh konsumen bisa memberikan perspektif baru yang tidak ada dalam iklan produk.

Kunjungi lokasi apartemen

Tahap selanjutnya dalam tips membeli apartemen adalah mengunjungi apartemennya secara langsung.

Menerima informasi dari iklan apartemen tentunya sangat berbeda dengan melihat apartemennya secara langsung.

Setelah melakukan semua riset, kini saatnya Anda melihat secara langsung.

Banyak informasi yang hanya bisa didapat dengan berkunjung langsung.

Contohnya, tingkat kebisingan di sekitar apartemen dan kualitas fasilitas yang disediakan, serta luas unit.

Membandingkan dan memilih apartemen

Setelah mengunjungi beberapa apartemen incaran, langkah selanjutnya dalam tips membeli apartemen kembali ke proses membandingkan dan memilih.

Tentunya kini Anda telah memiliki informasi lebih banyak. Saatnya Anda memilih apartemen yang paling cocok untuk Anda.

Ketahui jenis sertifikat apartemen

Tips membeli apartemen yang terakhir adalah mencari informasi mengenai jenis sertifikat apartemen.

Surat kepemilikan apartemen ini berpengaruh pada kuat atau lemahnya kedudukan Anda dalam kepemilikan apartemen tersebut.

Di Indonesia, umumnya jenis sertifikat apartemen terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) / HGB Milik
  • Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG)

Sertifikat HGB merupakan jenis sertifikat kepemilikan dari apartemen yang dibangun di atas lahan milik perorangan atau milik pengembang properti.

Jenis sertifikat ini kedudukannya kuat, bisa Anda gadaikan di bank.

Sedangkan SKBG memiliki kedudukan yang lemah karena status kepemilikan tanahnya berada di pihak ketiga.

Biasanya sertifikat ini berlaku untuk apartemen yang dibangun di atas tanah milik pemerintah atau tanah wakaf.

Nah, itulah 8 tips membeli apartemen bagi pemula. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam mencari apartemen impian, ya!

Begini Cara Mengurus Surat Roya melalui BPN dan Online

Cicilan KPR-mu sudah mau selesai? Jangan lupa mengurus surat roya, ya.

Surat ini memang cukup asing di masyarakat, namun membuat surat roya saat KPR berakhir sebenarnya penting dilakukan.

Untuk kamu yang belum tahu, surat roya merupakan dokumen resmi penanda berakhirnya utang kredit dari pembelian rumah.

Surat ini tidak dikeluarkan oleh bank, melainkan kantor BPN setempat.

Selain itu, surat roya juga tidak otomatis keluar pada saat cicilanmu selesai.

Jika ingin mendapatkan dokumen tersebut, maka kamu harus mengurusnya ke kantor pertanahan ataupun melalui online.

Lantas, apa pentingnya sih surat roya? Lalu, bagaimana proses dan cara mengurus dokumen tersebut?

Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Surat Roya beserta Fungsinya

Jika ingin mengenal lebih jauh terkait surat roya, maka kita harus melihat UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah serta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah (UU Hak Tanggungan).

Berdasarkan undang-undang tersebut, dapat diketahui bahwa istilah ‘roya’ merupakan pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan tersebut telah terhapus.

Lebih jelasnya, hak tanggungan sendiri merupakan jaminan pelunasan utang. Sehingga, selama utang kredit belum lunas, maka sertifikat tanah atau rumah masih menjadi jaminan bank.

Setelah utang kredit dilunasi, maka hak tanggungan pada sertifikat rumah bisa dicoret. Surat roya pun dikeluarkan BPN bila pencicil sudah melunasi pembayaran KPR.

Namun, jika kamu tidak mengurus surat royanya, sertifikat tersebut masih dianggap sebagai jaminan utang.

Itu sebabnya, mengurus surat roya saat cicilan KPR selesai sangat penting dilakukan.

Apabila tidak, sertifikat yang kamu pegang tidak akan bernilai apa-apa dan masih sepenuhnya milik bank.

Cara Mengurus Surat Roya di BPN

Secara umum, ada dua metode yang bisa dilakukan sebagai cara mengurus surat roya, yakni langsung di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau lewat laman resmi BPN (online).

Bila kamu ingin mengurus surat tersebut langsung ke kantor BPN terdekat, terdapat beberapa syarat serta dokumentasi yang harus dibawa saat proses pengajuan, di antaranya:

Surat permohonan atau Lampiran 13 (tersedia di kantor BPN);

Dokumen sertifikat tanah asli;

Dokumen sertifikat hak tanggungan asli;

Satu lembar fotokopi kartu identitas (KTP);

Surat permohonan roya dari bank atau kreditur, yang diberikan saat pelunasan cicilan;

Serta surat perubahan nama, jika ada pergantian nama institusi kreditur.

Jangan lupa, sebelum menyerahkan dokumen belilah map pengurusan surat roya berwarna oranye di koperasi pegawai. Map ini berisi 1 lembar sampul warkah/roya dan 1 lembar surat Lampiran 13.

Isi sampul warkah sesuai KTP dan data yang tertera pada sertifikat. Isi pula lembar surat Lampiran 13 sesuai data, lalu lingkari pilihan No. 10 yang tertulis “Roya atas Hak Tanggungan.”

Setelah semua dokumen lengkap, berikut langkah-langkah atau cara mengurus surat roya di BPN:

– Ambil tiket antrean pengurusan roya di pintu masuk dan serahkan dokumen yang telah diisi sebelumnya ke loket pelayanan pendaftaran;

– Jika nama kita sudah dipanggil petugas, nantinya petugas tersebut akan memintamu untuk mengisi formulir sampul warkah/balik nama (berwarna hijau);

– Petugas juga akan memberi satu dokumen perubahan nama institusi kreditur (bila ada) untuk difotokopi. Lalu, masukan fotokopi dokumen tadi ke dalam map permohonan roya; dan

– Apabila semua dokumen telah diisi, serahkan berkas ke loket pengurusan roya. Selanjutnya, kamu akan dipanggil kembali oleh petugas untuk menerima surat perintah setor dan juga pembayaran.

Perlu dicatat, besaran biaya administrasi pengurusan roya ini hanya sebesar Rp50.000. Jika sudah dilunasi, kasir akan memberimu dua lembar kuitansi berwarna merah dan warna putih.

Serahkan kedua bukti kuitansi ke loket pengurusan. Apabila seluruh proses telah selesai, kamu akan menerima surat perintah setor, bukit setor, dan tanda terima penyerahan dokumen berwarna putih.

Cara Mengurus Surat Roya Online

Enggak mau repot-repot antre di kantor BPN untuk mengurus surat roya? Tenang, kamu bisa mengajukan pengurusan surat tersebut secara online lewat laman resmi Kementerian ATR/BPN.

Namun perlu digarisbawahi, pengurusan surat roya melalui laman ATR/BPN hanya bisa dilakukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris.

Jika kamu ingin mengajukan permohonan tersebut secara pribadi, maka langkah satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mendatangi langsung kantor pertanahan terdekat.

Apabila syarat ini dapat dipahami, berikut cara mengurus surat roya online yang bisa kamu ikuti:

– Akses laman htel.atrbpn.go.id melalui smartphone atau PC kalian;

– Lakukan login dan masukan nama pengguna beserta kata sandi pada kolom yang tersedia;

– Setelah masuk, klik menu ‘Pelayanan’ dan klik pilihan ‘Roya.’ Pilih kantor wilayah, kemudian piliha kantor pertanahan, dan akhiri dengan mengklik tombol ‘Buat Berkas Baru’;

– Jika berhasil, maka akan muncul menu kelengkapan informasi. Masukan nomor hak tanggungan, tahun, dan kode hak tanggungan pada kolom yang tersedia. Lalu, klik ‘Cari Hak Tanggungan’ dan lanjutnya dengan klik ‘Unggah’;

– Setelah itu, preview sertifikat hak tanggungan akan keluar. Apabila sudah benar, klik ‘Unggah’;

– Setelah proses di atas selesai, selanjutnya akan muncul menu jenis dan nomor hak yang akan diroya. Klik tambah sertifikat roya, pilih sertifikat, lalu klik ‘Unggah.’ Amati informasi sertifikat, detail pemegang hak dan detail catatan terakhir, jika sudah benar klik ‘Simpan’;

– Selanjutnya kamu akan masuk ke menu upload dokumen. Di sini, kamu bisa mengunggah surat keterangan roya dari kreditur, formulir permohonan, serta nomor surat keterangan roya. Jika selesai, akhiri proses ini dengan klik ‘Unggah’.  Nantinya, kamu akan melihat tampilan konfirmasi berkas. Apabila sudah sesuai klik lanjutkan dan muncul menu surat perintah setoran;

– Lakukan pembayaran atas tagihan tersebut, jika sudah beres maka permohonan pengajuan surat royamu akan segera diproses pihak BPN.

Bagaimana, mudah bukan cara mengurus surat roya online? Lakukan pembayaran sesuai batas waktu yang ditentukan, ya.

Jika melewati batas waktu, maka proses pengajuan harus diulangi dari awal.

Nah itulah informasi mengenai surat roya, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara mengurusnya.

Apa Untung Rugi KPR vs Kredit Langsung ke Developer

Pada umumnya membeli rumah dilakukan secara kredit karena harganya yang sangat mahal mencapai ratusan juta rupiah. Banyak yang telah berhasil menyicil perumahan dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang difasilitas oleh bank sebagai lembaga pembiayaan.

Dalam skema KPR, ada bank yang berperan sebagai pihak ketiga. Bank membiayai pembelian rumah Anda dengan menyediakan uang tunai untuk dibayarkan ke developer. Sebagai gantinya, Anda menyicil pembayaran rumah ke bank disertai dengan bunganya.

Ternyata, ada cara lain melakukan kredit. Cara ini langsung ke pihak developer tanpa melalui perantaraan pihak bank. Mungkin Anda sudah sering melihat iklannya di televisi, di spanduk-spanduk dan baliho-baliho. Iklan-iklan itu menawarkan angsuran 10 hingga 60 kali. Membeli rumah dengan menyicil langsung ke developer disebagai sebagai kredit in-house.

Sebelum Anda memilih antara menggunakan skema KPR atau kredit in-house, simak dulu untung ruginya berikut ini:

1. Bunga

Dalam skema KPR, beban bunga yang cukup besar dibebankan kepada debitur. Bunga ini biasanya dalam bentuk kombinasi flat rate dan floating rate. Bunga ini cukup besar, tidak jarang hampir menyamai cicilan utang pokok. Dengan skema floating rate, kecenderungan bunga mengalami kenaikan setiap tahunnya sesuai dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Kalau Anda hitung-hitung total bunga yang harus dibayar, jangan heran jika jumlahnya sangat besar.

Sedangkan kredit langsung ke developer tidak akan dikenai bunga. Setidaknya itulah klaim dari pengembang saat memasarkan perumahan. Jika Anda membeli rumah seharga Rp300 juta, maka Anda hanya harus mengangsur sebesar harga tersebut. Atau kalaupun dikenai bunga, maka bunga yang dikenakan adalah flat rate. Biasanya semakin besar jumlah cicilan dan semakin pendek tenor, maka bunga pun semakin minimal. Bahkan biasa ditiadakan sebagai salah satu strategi marketing.

2. Uang muka

KPR membebankan uang muka minimal 10 persen dari harga rumah. Hal ini bersifat wajib sesuai dengan ketentuan BI. Jika Anda kredit langsung ke developer ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, tidak ada uang muka sama sekali, Anda hanya cukup membayar booking fee yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk menarik minat pembeli. Biasanya masa angsuran yang diberikan pendek, kemungkinan hanya 10-20 kali. Kedua, develepor mewajibkan pembayaran uang muka yang cukup besar berkisar 30-40 persen. Tenor cicilan biasanya lebih panjang hingga mencapai 5 tahun.

3. Angsuran

Kelebihan KPR terletak angsurannya yang tergolong rendah yang disesuaikan dengan uang muka dan tenor cicilan. Semakin besar uang muka dan semakin lama tenornya, maka semakin rendah cicilannya. Berbeda dengan kredit in-house yang cicilannya sangat tinggi. Bayangkan saja jika Anda menyicil rumah harga Rp300 juta dengan ketentuan sebanyak 30 kali cicilan. Artinya Anda harus membayar angsuran Rp10 juta per bulan. Jika Anda memilih angsuran 10 kali, maka Anda harus membayar Rp30 juta per bulan. Beban utang bulanan menjadi sangat besar.

4. Tenor

Tenor KPR bisa sangat panjang hingga mencapai 30 tahun sesuai dengan Peraturan BI. Anda bisa mendapatkan tenor yang fleksibel sesuai dengan kemampuan Anda. Sedangkan kalau Anda kredit langsung ke developer, tenor maksimal hanya 5 tahun atau 60 kali cicilan.

5. Administrasi

Karena hanya melibatkan dua pihak, maka proses administrasi kredit in-house menjadi lebih sederhana daripada KPR. Anda harus menyediakan banyak data seperti KTP, NPWP, surat nikah dan sebagainya sesuai dengan permintaan bank untuk mendapatkan KPR. Bank juga akan melakukan verifikasi dan survei untuk menilai kelayakan Anda.

Sedangkan kredit langsung ke developer tidak memerlukan banyak data. Biasanya hanya data-data dasar seperti KTP, surat keterangan bekerja dan NPWP saja.

6. Biaya-biaya

Tidak ada biaya survei, biaya provisi, biaya appraisal dan biaya lainnya yang dikenakan pada kredit in-house. Sedangkan kredit KPR berarti mengeluarkan biaya tambahan yang bisa mencapai 5-10 persen dari harga rumah.

7. Kecepatan prosedur

Prosedur kredit in-house jauh lebih cepat daripada prosedur KPR. Dengan kredit langsung ke developer, prosesnya sederhana karena dapat langsung disetujui. Rumah menjadi hak milik ketika pelunasan mencapai lebih dari 80 persen.

Sedangkan dalam KPR, prosedurnya berlangsung relatif lama. Setelah survei, Anda harus menunggu minimal 14 hari untuk mendapatkan persetujuan. Seringkali ada calon debitur yang menunggu hingga berbulan-bulan lamanya. Tidak ada jaminan permohonan KPR akan diterima. Sertifikat hak milik bisa diambil setelah KPR dilunasi.

Kredit in-house memang disediakan untuk kalangan berduit yang biasanya berniat membeli rumah untuk investasi seperti disewakan atau dijual kembali. Biasanya developer menawarkan kredit tipe ini dalam jumlah dan waktu yang dibatasi. Tak jarang para pembeli berebut untuk mendapatkannya. Jadi, kredit in-house mungkin lebih sulit diperoleh.

Sedangkan KPR ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan rata-rata dan menengah untuk ditinggali sendiri. Anda bisa lebih mudah mendapatkannya selama memenuhi persyaratan dan disetujui oleh pihak bank.

Pengertian BI Checking, Skor, dan Cara Melihatnya

Salah satu faktor yang membuat seseorang bisa mendapatkan persetujuan kredit dari bank atau lembaga keuangan lainnya adalah BI Checking. Pasalnya ketika mengajukan kredit ke bank dalam prosesnya mensyaratkan BI Checking, baik mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maupun kartu kredit.

BI Checking sendiri merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas). BI Checking dulunya adalah salah satu layanan informasi riwayat kredit dalam Sistem Informasi Debitur (SID), di mana informasi kredit nasabah tersebut saling dipertukarkan antar-bank dan lembaga keuangan.

[toc]

Dalam SID, informasi yang dipertukarkan antara lain identitas debitur agunan, pemilik dan pengurus badan usaha yang jadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, dan riwayat pembayaran cicilan kredit, hingga kredit macet.

Adapun, setiap bank dan lembaga keuangan yang terdaftar dalam Biro Informasi Kredit (BIK) bisa mengakses seluruh informasi di SID, termasuk BI Checking. Data-data nasabah ini diberikan oleh anggota BIK ke BI setiap bulannya yang kemudian dikumpulkan secara berkala oleh BI dan diintegrasikan dalam sistem SID.

Seperti dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SID kini sudah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK. Latar belakang pergantian nama ini dikarenakan fungsi pengawasan perbankan sudah tidak lagi berada di bawah BI melainkan diberikan kepada OJK.

Di SLIK sendiri, layanan informasi riwayat kredit nasabah perbankan dan lembaga keuangan lainnya disebut dengan layanan informasi debitur (iDEB). Di dalam iDEB, bank dan lembaga pembiayaan serta keuangan mempunyai akses data debitur dan kewajiban melaporkan data debitur ke Sistem Informasi Debitur (SID).

Sebagaimana dikutip dari laman resmi BI, BI Checking atau IDI Historis menyimpan identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana atau pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas. Semua informasi dari BI Checking dapat diakses lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank, dalam 24 jam setiap harinya asalkan terdaftar sebagai anggota Biro Informasi Kredit.

Dari SID ini, informasi di mana setiap nasabah debitur yang pernah mengajukan kredit akan diberikan skor berdasarkan catatan kreditnya. Penentuan skor kredit dilihat dari catatan kolektibilitas si calon debitur (pengambil kredit). Skor kredit yang diberikan dihitung dari 1-5. Berikut ini pembagian kategori kredit berdasarkan skornya dalam BI Checking.

Rincian skor kredit berdasarkan BI Checking:

  • Skor 1: Kredit Lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
  • Skor 2: Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari
  • Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari
  • Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari
  • Skor 5: Kredit Macet, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.

Dari skor 1-5, bank akan menolak pengajuan kredit calon debitur yang BI Checking-nya mendapat skor 3, skor 4, dan skor 5 yang tentu saja masuk ke dalam Black List BI Checking. Sebab bank sama sekali tak mau ambil risiko kalau nantinya kredit yang diberikan bermasalah atau non performing loan (NPL).

Non performing loan (NPL) sendiri adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur seberapa sehat suatu bank. Adanya NPL mengakibatkan modal bank menjadi berkurang sehingga berimbas pada pemberian kredit yang akan datang.

Sementara itu, BI Checking calon debitur yang disukai bank adalah mereka yang memiliki skor 1. Kemudian skor 2 masih perlu diawasi karena dikhawatirkan sewaktu-waktu kredit dalam perhatian khusus ini bisa berdampak pada NPL.

Cara Melihat BI Checking

Selain anggota BIK, informasi SID juga bisa diakses publik dalam hal ini masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui catatan kreditnya bisa mengajukan informasi SID ke kantor OJK di mana layanan ini tidak dipungut biaya. Berikut penjelasan melihat BI Checking seperti dikutip dari laman OJK.

Prosedur melihat BI checking yang kini berubah menjadi SLIK

  • Siapkan kartu identitas asli, KTP bagi Warga Negara Indonesia (WNI) atau Paspor bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk debitur perorangan sedangkan untuk debitur badan usaha wajib membawa fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus dengan menunjukkan identitas asli badan usaha.
  • Datang ke kantor OJK di Jakarta maupun kantor-kantor perwakilan OJK di daerah Isi formulir permohonan SID.
  • Jika dokumen lengkap, maka petugas OJK akan melakukan pencetakan hasil iDEB.

Cara melihat BI checking secara online

  • Buka laman permohonan SLIK https://konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi
  • Isi formulir dan nomor antrean
  • Upload foto scan dokumen yang dibutuhkan yakni KTP untuk WNI dan paspor untuk WNA. Untuk badan usaha wajib melampirkan identitas pengurus, NPWP, dan akta pendirian perusahaan
  • Jika seluruhnya sudah selesaikan, klik tombol “Kirim” setelah sebelumnya mengisi kolom captcha
  • Tunggu email konfirmasi dari OJK berisi bukti registrasi antrean SLIK online
  • OJK akan melakukan verifikasi data, dan pemohon akan menerima pemberitahuan dari OJK berupa hasil verifikasi antrean SLIK online paling lambat H-2 dari tanggal antrean
  • Apabila data yang disampaikan valid, maka nasabah bisa mencetak atau print formulir pada email dan memberikan tanda tangan sebanyak 3 kali
  • Foto atau scan formulir yang telah ditandatangani harus dikirim ke nomor WhatsApp yang tertera pada email beserta foto selfie dengan menunjukan KTP
  • OJK akan melakukan verifikasi lanjutan via WhatsApp dan melakukan video call apabila diperlukan
  • Jika lolos verifikasi, maka OJK akan mengirimkan hasil iDeb SLIK melalui email

Membersihkan BI Checking

Buruknya BI Checking atau IDI Historis mendapat skor 3 karena adanya cicilan yang tak terbayarkan atau tertunggak bisa mengganggu ketika ingin mengajukan kredit. Namun, BI Checking dengan skor buruk bisa menjadi bersih dengan melakukan sejumlah hal berikut ini.

  • Cicilan kredit atau utang yang tertunggak segera dilunasi. Sebab di bank manapun Anda mengajukan kredit, dijamin tak akan mendapat persetujuan jika skor atau kualitas catatan kredit Anda masih buruk.
  • Setelah melunasi tunggakan cicilan kredit atau utang, pantau BI Checking Anda dan perhatikan apakah skor mengalami perubahan. Jika belum ada perubahan, Anda bisa mengajukan komplain ke bank di mana Anda mengambil kredit.
  • Membawa surat penjelasan atau klarifikasi dari bank di mana Anda mengajukan kredit, lalu konfirmasikan ke OJK bahwa Anda telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai BI Checking dinyatakan benar-benar bersih.

Setelah memahami apa itu BI Checking serta cara melihat dan membersihkannya, ada baiknya untuk merencanakan keuangan Anda agar terkelola dengan baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuka tabungan di CIMB Niaga.

Dengan dana cukup yang dimiliki di tabungan, memungkinkan Anda untuk membayar cicilan yang jatuh tempo. Misalnya, membayar tagihan Kartu Kredit, KTA atau KPR. Dengan Tabungan CIMB Niaga, nikmati beragam keuntungan seperti bebas biaya admin bulanan, bebas biaya tarik tunai, hingga bebas biaya transfer. Temukan informasi lengkap seputar Tabungan CIMB Niaga di sini.[note]https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/Pages/Sistem-Layanan-Informasi-Keuangan-SLIK.aspx[/note]

Cara BI Checking Secara Online

sumber: YOUTUBE

Referensi

PNS dan Karyawan, Sebaiknya Pilih Bunga KPR Yang Mana?

Dalam sebuah pinjaman, utang, atau kredit, biasanya ada yang namanya suku bunga. Bunga kredit adalah biaya tambahan yang harus dibayarkan debitur, selain nilai cicilan pokok.

Bunga kredit ini berlaku juga untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Atau disebut juga dengan suku bunga KPR. Besaran suku bunga KPR sudah ditentukan oleh bank. Biasanya akan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kalau bunga acuan naik, suku bunga KPR ikut naik. Dan jika suku bunga acuan BI dipangkas, dampaknya tingkat bunga KPR juga akan turun, meskipun ada jeda waktu bagi bank untuk menyesuaikannya.

Tak heran, suku bunga menjadi salah satu pertimbangan banyak orang membeli rumah KPR. Itu karena, tingkat bunga akan memengaruhi cicilan KPR setiap bulan.

Makanya, orang pasti akan mencari rumah KPR dengan suku bunga rendah. Tujuannya supaya angsurannya lebih ringan. Ini juga yang dicari karyawan maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jenis-jenis Suku Bunga KPR

Jika ingin mengajukan kredit rumah, kamu perlu tahu jenis-jenis suku bunga KPR yang berlaku di Indonesia, antara lain:

Suku Bunga KPR Tetap (Fixed Rate)

Sesuai namanya, suku bunga KPR yang berlaku adalah tetap atau tidak berubah. Kamu akan membayar besarnya bunga yang sama selama periode yang telah disepakati.

Misalnya, sudah ditentukan suku bunga KPR sebesar 13% selama masa tenor 15 tahun. Jadi, biarpun BI menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan, yang kamu bayar tetap bunga 13%.

Contoh:

Ditetapkan tenor 20 tahun, cicilan per bulan Rp 5 juta, bunga Rp 1 juta per tahun. Maka selama periode tersebut, nilai bunga yang dibayar tetap Rp 1 juta.

Suku Bunga KPR Mengambang (Floating Rate)

Besaran bunga KPR yang harus dibayar debitur dapat berubah-ubah. Disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan BI dan bank.

Misalnya bila awal cicilan atau tahun pertama dimulai dengan bunga KPR 8%. Kemudian di tahun kedua, BI memangkas suku bunga acuan, sehingga bank ikut menurunkan tingkat bunga KPR menjadi 5%.

Ternyata di tahun keempat, ada penyesuaian lagi dari BI dengan menaikkan suku bunga acuan. Bank pun ikut mengerek suku bunga KPR menjadi 7%.

Suku Bunga KPR Fixed dan Cap

Jenis suku bunga KPR fixed yang tidak berubah atau sama selama beberapa periode tertentu. Dan setelah masa bunga fixed berakhir, berlaku suku bunga mengambang, namun dengan besaran tidak melebihi suku bunga cap.

Contohnya, suku bunga KPR fixed 5,8% selama 2 tahun, 6,5% fixed 3 tahun, dan 8,75% untuk 5 tahun. Jika masa fixed rate sudah habis, selanjutnya berlaku suku bunga floating,

Bunga floating yang dibatasi ini misalnya bank menawarkan bunga cap sebesar 12%. Berlaku fluktuatif, namun maksimal tetap 12%.

Jika suku bunga acuan atau bank menaikkan jadi 13%, bunga cap yang berlaku untukmu dibatasi 12%. Kalau turun menjadi 11%, suku bunga yang kamu dapat bukan 12%, tetap 11%.

PNS dan Karyawan Lebih Untung Pilih Bunga KPR Mana?

Masing-masing suku bunga KPR memiliki keuntungan dan kerugian. Mungkin bagi sebagian orang, bunga fixed lebih menguntungkan karena dapat memberi kepastian.

Khawatir kebijakan pengetatan likuiditas atau tapering off diberlakukan Bank Sentral AS, akan berdampak pada suku bunga acuan BI.

Namun ada juga yang memilih suku bunga mengambang karena mempertimbangkan kondisi ekonomi. Di mana saat ini trennya suku bunga rendah, ekonomi belum membaik, sehingga masih ada potensi penurunan suku bunga.

Nah, bagaimana dengan karyawan dan PNS? Sebaiknya pilih bunga KPR yang mana?

  • PNS dan karyawan sebaiknya pilih suku bunga KPR fixed dengan periode yang paling panjang
  • PNS dan karyawan sama-sama mendapatkan gaji bulanan, sehingga penghasilan lebih stabil. Jumlahnya malah bisa naik dengan persentase inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi, sekitar 9-10% setiap tahun
  • Namun jika kamu punya tujuan untuk melunasi KPR lebih awal, pilih suku bunga fixed yang tidak terlalu panjang
  • Contoh, suku bunga fixed yang ditetapkan untuk 10 tahun, sedangkan kamu punya rencana mempercepat pelunasan utang KPR menjadi 8 tahun saja. Maka bisa dipilih bunga fixed untuk 8 tahun.

Hitung Suku Bunga KPR Sebelum Memutuskan

Bank pasti berlomba-lomba menawarkan KPR dengan macam-macam skema bunga KPR. Kelihatannya dengan skema tersebut, bunga yang diberikan sangat murah.

Tetapi belum tentu demikian. Jadi, pastikan kembali kamu menghitung secara keseluruhan bunga yang ditawarkan. Apakah benar-benar murah, atau justru lebih tinggi.

Paling penting, pilih skema bunga KPR maupun besarannya yang sesuai dengan kemampuan keuangan. Karena ini juga menyangkut nilai cicilan yang harus kamu bayar setiap bulan.

Beli Rumah Pakai KPR Bank, Begindang Caranya…

Beli Rumah Pakai KPR Bank, Begindang Caranya…

Apa aja persyaratan pengajuan KPR rumah second? Bagaimana perhitungan KPR untuk pasangan suami istri? Seperti yang udah dijanjikan minggu lalu, di episode kali My Online Consulation Day akan menjawab 2 pertanyaan kamu seputar KPR bersama Bpk. Sutadi Prayitno, Executive Vice President BRI Consumer Loan Division.

Sharing & Tips KPR BCA, Ribet ga sih?

Sharing & Tips KPR BCA, Ribet ga sih?

Kali ini BOS bakal sharing pengalaman proses pembelian rumah dengan fasilitas KPR BCA. Banyak yang bilang KPR BCA lebih ribet dibandingkan KPR bank-bank lain? Bener ga sih KPR BCA itu ribet? Bener ga sih KPR BCA bunganya bersaing? Apa aja keuntungan KPR BCA? Yuk ditonton Sharing & Tips KPR BCA!

Semoga bermanfaat buat teman-teman yang mau mengajukan KPR BCA atau bank lainnya!

WAH!! Ternyata Melakukan KPR Itu Rugi??? Ini Dia Kerugiannya!

WAH!! Ternyata Melakukan KPR Itu Rugi??? Ini Dia Kerugiannya!

Sobat propertyproku, siapa sih yang ga pengen punya rumah pribadi?? Pasti semua pengen, kan. Nah, untuk memudahkan sekarang banyak bank yang nawarin KPR, loh. Tapi, sebelum kamu ajukan KPR ke bank. Kamu perlu banget tau keruian apa sih yang akan kita dapat kalau kita mengajukan KPR. Ini dia.

ada 4 hal yang perlu sobat ketahui mengenai KPR, yaitu:

1. Adanya Beban Keuangan

2. Bunga dapat berubah

3. Uang yang dibayarkan lebih besar

4. Salah perhitungan, rumah bisa melayang

5. Surat atau sertifikat ditahan

Untuk detailnya silahkan simak video dibawah ini.

Untung Mana Nih? Investasi Properti di Rumah atau Apartemen?

Untung Mana Nih? Investasi Properti di Rumah atau Apartemen?

Untuk sobat KPR yang mungkin saat ini kondisi ekonominya masih dalam keadaan stabil dan berniat untuk investasi properti. Menurut Sobat KPR, lebih untuk beli rumah atau apartemen ya? Kalau hasil pooling kecil-kecilan kami 87% Sobat KPR memilih rumah lebih untung. Apa benar demikian? Coba cek yuk video ini biar ga salah investasi